Naya jatuh terduduk di lantai dingin. Air mata mengalir deras, tapi kali ini bukan karena marah, melainkan karena penyesalan yang datang terlambat. Ia teringat bagaimana ia sering mengabaikan Bara, sibuk dengan dunianya sendiri, menuntut ini dan itu tanpa pernah peduli dengan kondisi suaminya.
Frasa ini merupakan hasil evolusi dari meme "Rebahan" yang telah lama beredar. Istilah "Selingkuh" di sini umumnya digunakan sebagai kiasan (metonimia) untuk dua konteks utama: jangan salahkan aku selingkuh rebahin